PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, lebih dikenal dengan singkatan BRI, baru-baru ini menerima pengakuan internasional atas komitmennya dalam menyajikan laporan keberlanjutan yang berkualitas tinggi. Pada ajang Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA) 2025 di Singapura, BRI berhasil membawa pulang tiga penghargaan bergengsi yang menandakan posisinya sebagai salah satu institusi keuangan terkemuka di Asia.
Penghargaan yang diraih mencakup dua kategori Platinum dan satu kategori Gold, yang menunjukkan keberhasilan BRI dalam menghadirkan laporan keberlanjutan yang transparan dan komprehensif. Keberhasilan ini tak lepas dari perhatian kuat yang diberikan BRI terhadap isu-isu keberlanjutan yang relevan dan strategi bisnis yang berkelanjutan.
Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, transparansi dan akuntabilitas menjadi pilar penting bagi perusahaan, terutama dalam laporan keberlanjutan. Di tahun 2025, ASRA diikuti oleh 77 perusahaan dari 17 negara, menggambarkan keanekaragaman industri serta metodologi pelaporan yang diterapkan dalam upaya mencapai keberlanjutan.
Pentingnya Laporan Keberlanjutan di Era Modern
Keberlanjutan bukan sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan dalam menghadapi tantangan global. Perusahaan di seluruh dunia diharapkan untuk memenuhi standar yang ditetapkan dalam pelaporan keberlanjutan, termasuk pengelolaan dampak sosial dan lingkungan. BRI, sebagai lembaga keuangan terdepan, sejalan dengan harapan tersebut.
Penghargaan Asia’s Best Sustainability Report (Public Sector) menempatkan BRI dalam spotlight karena kemampuan lembaga ini dalam mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya berkomitmen kepada pemegang saham, tetapi juga kepada masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan.
Dalam menyusun laporan keberlanjutan, BRI menggunakan berbagai standar internasional dari IFRS, GRI, dan SASB. Pendekatan ini memastikan bahwa laporan yang disajikan bukan hanya memenuhi regulasi nasional, tetapi juga ekspektasi global, menjadikannya sebagai acuan di industri keuangan Indonesia.
Strategi Keberlanjutan dan Implementasi di BRI
BRI menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasionalnya dengan mengutamakan tata kelola ESG yang tepat. Ini dilakukan melalui pengawasan yang ketat oleh ESG Committee, yang dipimpin oleh Direktur Utama, yang memastikan bahwa kebijakan keberlanjutan diintegrasikan ke dalam seluruh strategi bisnis.
Memprioritaskan kolaborasi antar unit kerja juga menjadi salah satu kekuatan dalam mengimplementasikan keberlanjutan. Dengan cara ini, nilai-nilai keberlanjutan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari di BRI, bukan hanya sekadar kebijakan yang ditetapkan dalam dokumen.
Dalam kategori Asia’s Best Materiality Reporting, tim juri menilai bagaimana BRI mengidentifikasi dan melaporkan isu-isu yang paling relevan bagi pemangku kepentingan. Melalui metode Double Materiality Assessment, BRI tidak hanya berfokus pada dampak yang dirasakan organisasi, tetapi juga pada dampak yang dihasilkan oleh organisasi terhadap komunitas dan lingkungan.
Penghargaan dan Pengakuan Internasional
Penghargaan yang diraih BRI menjadi bukti nyata dari konsistensi dan komitmen dalam penerapan keberlanjutan. Direktur Human Capital & Compliance BRI, Ahmad Solichin Lutfiyanto, menegaskan bahwa penghargaan ini memperkuat posisi BRI di panggung global sebagai institusi keuangan yang mendukung praktik keberlanjutan.
Melalui tata kelola yang baik dan strategi yang berorientasi jangka panjang, BRI telah membuktikan perannya sebagai katalis dalam transisi menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dan profitabilitas dapat berjalan seiring, inilah nilai yang diusung BRI dalam setiap langkah bisnisnya.
Untuk masa depan, BRI berkomitmen untuk terus melanjutkan perjalanan keberlanjutannya. Keberhasilan dalam penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan baru untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap laporan keberlanjutannya.
