Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencapai puncak baru dengan menembus level psikologis 9.002 pada perdagangan di hari Kamis, 8 Januari 2026. Capaian ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, IHSG menghasilkan rekor luar biasa yang menunjukkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Pada bulan Agustus 2025, IHSG juga berhasil menembus level 8.017, menandai momentum positif yang terus berlanjut. Kenaikan indikator ini menjadi sinyal kuat bagi para investor, yang kini semakin optimis terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa.
Selain itu, lonjakan kapitalisasi pasar yang telah mencapai Rp16.500 triliun mencerminkan dinamika pasar yang semakin kuat. Diharapkan, pencapaian ini bukan hanya sekadar fluktuasi, melainkan gambaran dari stabilitas ekonomi yang solid.
Persepsi Risiko Ekonomi di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo
Dalam pandangan Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, capaian IHSG ini lebih dari sekadar angka statistik. Tingkat 9.000 merupakan titik penting yang mengindikasikan bahwa risiko ekonomi yang dihadapi telah dikelola dengan baik selama masa pemerintahan saat ini.
Ia juga menjelaskan bahwa rekor ini merupakan akumulasi dari harapan dan kepercayaan pelaku pasar. Menembus level tersebut di sesi awal menunjukkan bahwa keyakinan pasar tetap konsisten meskipun di tengah tantangan global yang ada.
Keberhasilan ini juga berdampak pada cara pandang investor terhadap prospek bisnis ke depan. Menurut David, rekor IHSG tidak pernah ada tanpa konteks dan harus dipahami dalam kerangka pergerakan ekonomi yang lebih luas.
Kualitas Pertumbuhan Ekonomi yang Sehat dan Berkelanjutan
David Sutyanto menekankan bahwa pertumbuhan yang terjadi saat ini menunjukkan kualitas yang sehat. Hal ini karena tidak ada dorongan dari semangat sesaat maupun spekulasi yang meragukan.
Meskipun begitu, ia mengingatkan bahwa para emiten seyogianya tetap menjamin transparansi dan kinerja yang baik. Pasar yang optimis bisa menjadi sensitif terhadap kejutan negatif yang berpotensi merusak kepercayaan ini.
Membangun kepercayaan investor menjadi salah satu aset terpenting dalam dunia investasi. Kesehatan komunikasi dan disiplin kinerja emiten terpilih menjadi faktor krusial yang akan sangat mempengaruhi arah pasar ke depan.
Pentingnya Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter
Kepala Ekonom dari Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, berpendapat bahwa pergerakan IHSG saat ini adalah hasil nyata dari kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah. Ia percaya bahwa untuk menjaga momentum ini, diperlukan koordinasi yang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter.
Fakhrul menyatakan bahwa pencapaian IHSG di level 9.000 tidak boleh dianggap remeh. Masa depan pertumbuhan indeks ini sangat bergantung pada seberapa baik pelaksanaan belanja pemerintah yang dapat meningkatkan perputaran ekonomi di masyarakat.
Analisis yang akurat dan berani menjadikan Fakhrul optimis akan proyeksi tahun ini. Melihat struktur kebijakan dan likuiditas yang ada, ia yakin IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan lebih jauh.
Proyeksi IHSG Menuju Level yang Lebih Tinggi
Fakhrul memberikan proyeksi yang cukup optimis bahwa IHSG dapat mencapai level 10.000 dalam waktu dekat. Keyakinan tersebut bukanlah sekadar harapan, melainkan hasil dari pemahaman mendalam yang ia lakukan terhadap sentimen pasar yang sedang berkembang.
Ia mencatat bahwa peluang yang terbuka bagi pelaku pasar kini semakin besar, sehingga harus dimanfaatkan dengan bijak. Keseimbangan antara kebijakan yang dijalankan dan pelaksanaan kegiatan ekonomi nyata akan menjadi kunci sukses pergerakan IHSG di masa mendatang.
Optimisme dispesifikkan dengan pengharapan bahwa kondisi politik dan ekonomi yang stabil akan mendukung pertumbuhan pasar keuangan yang berkelanjutan. Dengan menjaga komunikasi dan transparansi, diharapkan para investor tetap percaya untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
