Pada tahun 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa realisasi jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) tidak memenuhi harapan. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan bahwa dari proyeksi awal yang menargetkan 45 perusahaan, hanya ada 26 yang berhasil melaksanakan IPO pada tahun ini.
Hal ini menunjukkan adanya tantangan yang dihadapi para perusahaan dalam mengakses pasar modal. Dengan berbagai faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan untuk melantai di bursa, situasi ini perlu diteliti lebih dalam.
Meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan asumsi pasar menjadi salah satu alasan utama. Banyak perusahaan yang menunda langkah mereka untuk masuk ke bursa hingga kondisi lebih stabil.
Pemimpin BEI Menyampaikan Harapan untuk Masa Depan
Iman Rachman juga menyatakan bahwa meskipun tidak mencapai target, ada harapan di masa mendatang. BEI berencana untuk menggalakkan berbagai strategi guna menarik lebih banyak calon emiten hingga akhir tahun ini.
Menurutnya, adaptasi terhadap perubahan kondisi pasar sangat penting bagi keberlanjutan IPO di masa mendatang. Oleh karena itu, BEI aktif melakukan komunikasi dengan perusahaan-perusahaan potensial agar mereka memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai manfaat yang diperoleh dari IPO.
Lebih lanjut, Iman menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada calon emiten. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pasar modal dan bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan peluang investasi.
Faktor Penyebab Rendahnya Realisasi IPO di BEI
Beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya jumlah IPO di BEI antara lain adalah kondisi perekonomian nasional yang berfluktuasi. Ketidakpastian global juga turut memberikan dampak yang signifikan terhadap keputusan perusahaan.
Sentimen negatif dari pelaku pasar, terutama investor, menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan. Dalam situasi seperti ini, mereka cenderung lebih berhati-hati dan memilih untuk menunda IPO hingga waktu yang lebih baik.
Selain itu, masalah internal perusahaan juga sering menjadi penghambat. Banyak perusahaan yang masih berjuang untuk meningkatkan kinerja keuangan mereka sebelum mendaftarkan diri untuk IPO.
Strategi BEI dalam Meningkatkan Jumlah Perusahaan Terdaftar
Untuk mengatasi tantangan ini, BEI telah merencanakan beberapa inisiatif strategis. Salah satunya adalah mempertemukan calon emiten dengan investor untuk menciptakan jembatan komunikasi yang lebih baik.
BEI juga berupaya melakukan promosi mengenai keuntungan investasi melalui pasar modal. Dengan menawarkan pelatihan dan seminar, banyak perusahaan diharapkan bisa mempersiapkan diri lebih baik untuk melaksanakan IPO.
Pihak BEI juga berkolaborasi dengan lembaga terkait untuk memberikan dukungan bagi perusahaan yang akan go public. Anggota DPR dan kelompok industri turut serta dalam mendukung upaya ini agar lebih banyak perusahaan tertarik untuk mendaftar di bursa.
