Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, memberikan pengakuan mengenai efektivitas permainan Persita Tangerang setelah kekalahan timnya dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada sore hari itu menghasilkan skor yang kurang memuaskan bagi timnya, membuatnya perlu melakukan evaluasi mendalam.
Fabio mengakui bahwa gol cepat yang dicetak oleh Persita di awal pertandingan menjadi ancaman tersendiri bagi timnya. Situasi tersebut membuat Borneo FC kesulitan untuk kembali ke jalur permainan yang diinginkan dan menggandakan tekanan sepanjang pertandingan.
Setelah tertinggal, Borneo FC sempat mendapatkan kesempatan untuk menyamakan skor. Namun, sayangnya, peluang tersebut gagal dimanfaatkan, sehingga mereka harus berusaha lebih untuk mengejar ketertinggalan yang semakin sulit.
Analisis Pertandingan yang Dilakukan Pelatih Borneo FC
Dalam sesi konferensi pers pasca pertandingan, Fabio mengungkapkan pandangannya tentang performa timnya. Dia merasa bahwa setelah kebobolan di menit ketiga, semangat tim memudar akibat tekanan dari lawan yang bermain agresif.
Menurut Fabio, Persita menunjukkan kemampuan yang baik dalam situasi set piece. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyulitkan Borneo FC, karena situasi bola mati bisa menjadi peluang berbahaya bagi lawan.
Dia juga menjelaskan bahwa mereka sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi ketangguhan lawan. Namun, hasil permainan menunjukkan bahwa apa yang dilakukan tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
Perubahan Strategi dan Implikasi Cedera Pemain
Pada babak kedua, Borneo FC melakukan beberapa perubahan strategis dengan harapan bisa membalikkan keadaan. Namun, tidak lama setelah pergantian pemain, tim mereka mengalami masalah karena ada pemain yang mengalami cedera.
Fabio menjelaskan bahwa kondisi tersebut memaksa mereka untuk melakukan pergantian yang tidak direncanakan. Efek dari keputusan ini ternyata berdampak negatif terhadap performa tim, membuat mereka semakin tidak bisa beradaptasi.
Setelah cedera terjadi, Fabio merasa perlu untuk menyesuaikan strategi kembali, tetapi waktu yang berbaki tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan. Di samping itu, Fabio juga mengingatkan semua pihak agar tetap fokus dan tidak terpancing untuk menyalahkan situasi tidak terduga ini.
Kepemimpinan Wasit dan Keputusan di Lapangan
Saat ditanya mengenai kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut, Fabio memilih untuk tidak memperpanjang pembahasan. Namun, dia tidak bisa menahan diri untuk memberikan komentar mengenai keputusan wasit yang ia anggap tidak biasa.
Dia menjelaskan bahwa dirinya pernah melihat wasit tersebut memimpin pertandingan saat berada di Korea, dan merasa heran kenapa dia juga ditugaskan untuk memimpin laga-laga penting di Indonesia.
Menurutnya, situasi ini menjadi jarang terjadi di dunia sepak bola, dan ia berharap agar hal tersebut menjadi perhatian bagi pihak penyelenggara. Hal ini berkaitan erat dengan kualitas permainan yang idealnya harus terjaga oleh semua aspek, termasuk dalam pengambilan keputusan oleh wasit.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Borneo FC untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka perlu memperbaiki berbagai aspek permainan agar dapat bersaing di papan atas BRI Super League 2025/2026 dengan lebih efektif. Sebaliknya, Persita terus menunjukkan performa konsisten berkat strategi permainan yang baik dan kekuatan dalam situasi bola mati, mendukung kebangkitan mereka di liga.
Borneo FC tentunya harus melakukan berbagai perbaikan, baik dari segi teknik maupun mental. Hal ini penting untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya dengan lebih siap dan percaya diri. Fabio berharap, dengan evaluasi yang tepat, timnya bisa kembali meraih hasil positif di laga selanjutnya.
Pertandingan ke depan akan menjadi uji coba penting bagi kemampuan tim dan taktik yang akan diterapkan. Semoga dengan fokus yang lebih baik, kelemahan yang ada dapat diminimalisir dan kekuatan tim dapat dimaksimalkan dalam setiap pertandingan.
