Perubahan signifikan telah terjadi dalam struktur kepemilikan saham Bumi Resources (BUMI) yang menarik perhatian banyak investor. Pada 19 Januari 2026, Treasure Global Investments Limited (TGIL) melepaskan 18,195 miliar saham BUMI, yang menyebabkan hak suaranya menyusut dari 8,08% menjadi 3,18%. Langkah ini tidak hanya mencerminkan dinamika pasar yang berubah, tetapi juga strategi restrukturisasi yang lebih luas bagi TGIL.
Dengan harga jual 380 per saham, TGIL berada di bawah harga pasar saat itu, dengan total nilai penjualan mencapai Rp6,91 triliun. Pada hari yang sama, saham BUMI sendiri diperdagangkan pada rentang antara 390 hingga 412, menunjukkan adanya tekanan penjualan yang cukup besar di pasar. Pelaporan ini mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk merestrukturisasi pemegang saham atau shareholder restructuring.
Pergerakan saham BUMI terus mengalami penurunan pada hari perdagangan berikutnya. Saham ini tercatat turun 6,28% menjadi 388, melanjutkan tren penurunan yang sudah berlangsung selama seminggu terakhir, di mana selama lima hari terakhir saham BUMI merosot 5,8%. Jika dilihat pada harga tertinggi tahun ini, penurunan ini mencapai 16,38%, menandakan tekanan yang signifikan terhadap nilai saham tersebut.
Detail Penjualan Saham oleh Chengdong Investment Corporation
Chengdong Investment Corporation, yang bertindak sebagai investor tidak langsung atas nama China Investment Corporation, juga ikut mengubah posisinya dengan melakukan penjualan saham BUMI sebanyak 17 kali. Penjualan tersebut dimulai pada 23 Desember 2025, di mana mereka melepas 224 juta saham dengan harga Rp383 per saham.
Sehari setelahnya, Chengdong secara agresif menjual 300 juta saham pada harga Rp386. Langkah ini menunjukkan strategi yang terencana dan berkesinambungan dalam mengatur portofolio sahamnya serta memanfaatkan pergerakan pasar untuk mengoptimalkan keuntungan.
Pada 24 Desember 2025, perusahaan ini kembali menjual 300 juta saham di harga Rp374, ditambah 57,41 juta saham di harga Rp366 per saham. Penjualan yang terus menerus ini mengindikasikan kepercayaan diri Chengdong dalam mengambil langkah berisiko di pasar yang volatile.
Rincian Penjualan Selama Periode Akhir Tahun dan Awal Tahun
Pada 29 Desember 2025, Chengdong melepas 255 juta saham di harga Rp367 dan kembali melakukan penjualan 300 juta saham di harga Rp363 pada hari yang sama. Menghadapi tahun baru, pada 2 Januari 2026, mereka lagi-lagi menjual 291,41 juta saham dengan harga Rp409, diikuti oleh 300 juta saham lainnya di harga Rp393.
Selain itu, penjualan berlanjut dengan tambahan 8,59 juta saham yang dijual di harga Rp409. Strategi penjualan ini menunjukkan adanya pemahaman mendalam terhadap kondisi pasar dan kemampuan untuk menyesuaikan volume penjualan serta harga jual.
Pada 5 Januari 2026, Chengdong kembali melakukan divestasi, menjual 300 juta saham di harga Rp461, serta 200 juta saham dengan harga yang sama. Gelombang penjualan ini menunjukkan bahwa Chengdong tidak hanya fokus pada kestabilan jangka pendek, tetapi juga pada optimasi nilai jangka panjang.
Implikasi Penjualan bagi Kepemilikan Saham Chengdong
Proses penjualan saham tersebut mengakibatkan penurunan porsi kepemilikan Chengdong di BUMI dari 22,27 miliar saham, yang setara dengan 5,99%, menjadi 18,56 miliar saham atau 4,99%. Sehingga, Chengdong resmi tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%, yang menjadi batas yang umum diperhatikan oleh pasar.
Penurunan kepemilikan ini menunjukkan adanya realokasi strategi investasi dan, di sisi lain, mendorong investor untuk mempertimbangkan dampak dari tindakan penjualan besar-besaran ini terhadap harga saham dan persepsi pasar. Melihat bagaimana hal ini dapat memengaruhi kepercayaan investor dan stabilitas harga saham BUMI ke depannya.
Kepemilikan yang menyusut juga dapat memicu perubahan dalam dinamika perusahaan, di mana BUMI mungkin perlu mempertimbangkan strategi baru untuk menarik kembali minat investor. Dengan tren yang berlanjut, penting bagi perusahaan untuk tetap adaptif dan responsif terhadap perubahan pasar.
